Kamis, 27 November 2014

Penemu Balon Udara

Balon udara yang terbuat dari karet ditemukan oleh Josep dan J. Montgolfier, mereka adalah kakak beradik yang telah berhasil menemukan balon udara gaya panas. Josep Montgolfier lahir pada 26 Agustus 1740, sedangkan Jacques Montgolfier lahir pada 6 Januari 1799, keduanya lahir di Perancis. Montgolfier bersaudara merupakan ilmuwan yang hidup pada abad ke-18, mereka berasal dari keluarga pembuat kertas.
Pada tahun 1782 Montgolfier bersaudara membuat eksperimen yang unik dan menarik, mereka mengamati potongan kertas yang ada di perapian yang telah terbakar, dapat terbang ke atas cerobong karena terbawa asap. Melihat hal tersebut mereka berfikir bila asap dapat mengangkat benda maupun orang ke atas langit. Mereka mulai melakukan eksperimen dengan menggunakan tas yang terbuat dari kain sutera halus yang diletakkan dibawah kertas yang dibakar pada sebuah lubang, sehingga tas tersebut mengeluarkan banyak asap. Tas tersebut berhasil mengeluarkan asap hingga ke langit-langit ruangan.
Eksperimen tersebut mereka ulangi kembali di luar ruangan, dan hasilnya tas tersebut dapat naik keatas sekitar 7 m sebelum akhirnya terjatuh ke tanah. Setelah eksperimen tersebut, mereka mulai menggunakan bahan wol dan jerami untuk dibakar supaya dapat menghasilkan asap yang banyak, karena menurut mereka asap mengandung gas yang lebih ringan dibanding udara, dan mereka mengetahui bila udara panas dapat memberikan tekanan ke atas.

Mereka berhasil menciptakan balon udara yang dapat mencapai ketinggian hingga 6.000 kaki dan mendarat sejauh satu mil pada tahun 1783. Setelah sukses dengan balon udara tersebut, selanjutnya mereka mengundang saudara-saudaranya untuk datang ke Paris. Pada akhir September 1782 Montgolfier berhasil menerbangkan Jean-Francois Pilatre de Rozler, Francois Laurent dan Marquis d’Arlandes menggunakan balon udara tersebut di langit Paris, untuk melihat pemandangan dari atas. Penerbangan tersebut berlangsung selama delapan menit dan mendarat dengan sempurna.

Setelah keberhasilannya tersebut, Montgolfier bersaudara merencanakan membuat balon udara yang dilengkapi dengan awak penerbangan. Ada beberapa orang yang mengatakan bila penerbangan tersebut dapat berbahaya, namun ada sebagian orang yang percaya bila penerbangan dengan balon udara tersebut aman, sehingga harus dilanjutkan. Setelah mereka berhasil membuat balon udara berawak, pilot pertama yang mengendalikan balon udara tersebut adalah seorang dokter muda yang memiliki rasa ingin tahu tinggi bernama Jean Francois Pilatre de Rozier dan Pilatreand Marquis d’Arlandes, infanteri utama yang berlayar tinggi selama dua puluh lima menit, pada 20 November 1783.

Karena Montgolfier bersaudara telah sukses menemukan balon udara tersebut, kerajaan Perancis memberikan gelar bangsawan secara turun-temurun dengan sebutan de Montgolfier. Penghargaan tersebut diberikan kepada Montgoldier bersaudara melalui Raja Louis XVI. Namun karena Pilatre tewas dalam kecelakaan balon udara, maka kepercayaan banyak orang tentang Montgolfier bersaudara menjadi berkurang.

Josep Montgolfier meninggal pada 26 Juni 1810, pada usia 69 tahun di Balaruc les Bains, Perancis. Sedangkan Jacques Montgolfier meninggal pada 2 Agustus 1799, pada usia 54 tahun di Neuchatel, Swiss. Demikian penjelasan tentang sejarah penemu balon udara yaitu Josep dan J. Montgolfier


Referensi : http://www.penemu.co/2014/03/penemu-balon-udara-josep-dan-j.html

Penemu Bom Atom

Julius Robert Oppenheim tercatat sebagai penemu Bom atom, dia merupakan ilmuwan dalam bidang fisika, Tahun 1930-an menjadi awal keterlibatan Oppenheimer dalam dunia fisika atom dan nuklir. Oppenheimer banyak menyumbangkan pikiran dalam fisika atom dan nuklir, termasuk pikiran mula mengenai bintang neutron dan lubang hitam yang sudah diabaikan astronom dalam jangka waktu yang lama. Oppenheimer secara jelas menyumbangkan pemikirannya karena ia menentang kebangkitan kekuasaan fasisme pada era itu. Apalagi di tahun 1939, Amerika mengetahui kalau Jerman berhasil memisahkan inti atom dan mengembangkannya menjadi senjata luar biasa.

Maka, untuk menandingi kekuatan Jerman itu, tahun 1941 Presiden Roosevelt membentuk Proyek Manhattan dan menunjuk Julius Robert Oppenheimer sebagai direkturnya. Dalam melaksanakan tugasnya, Oppenheimer mengembangkan bom atom berikut senjata lain di markas penelitian Los Alamos, New Mexico. Penelitian lain juga berlangsung di Columbia University, University of Chicago, dan Oak Ridge, Tennessee. Saat penelitian, Oppenheimer mengundang para ahli fisika papan atas. Mereka diajak bekerjasama membuat bom atom. Dari sekian banyak ahli fisika yang hadir, akhirnya terpilih 3000 orang untuk dijadikan satu tim yang diketuai Oppenheimer.
 
Tanggal 16 Juli 1945 atau setelah 3 tahun bekerja keras melakukan penelitian, Oppenheimer menyaksikan uji coba ledakan bom atom pertama di gurun New Mexico. Banyak orang menilai, ledakan itu bakal merubah sejarah dunia untuk selamanya. Terbukti, selang sebulan setelah uji coba ledakan, dua bom atom menghanguskan Hirosima dan Nagasaki, membunuh ratusan ribu orang. Keadaan ini membuat Jepang harus menyerah dan mundur dari PD II pada tanggal 10 Agustus 1945. Meski dikecam kejam karena telah membunuh ratusan ribu jiwa, bom atom temuan Oppenheimer tetap memiliki dampak positif, karena mampu mengakhiri PD II yang sudah berlangsung lama.

Setelah Bom Atom Di Jatuhkan, Oppenheimer menyesali pekerjaannya dan menyerukan agar energi atom digunakan untuk kepentingan damai. Ia kemudian dipertanyakan kesetiaanya dan kredibilitasnya dan diajukan ke sidang pemeriksaan untuk pejabat tinggi AS dan mengakibatkan jabatannya untuk penasehat pemerintah di bidang keamanan dilepas. Banyak ilmuwan yang merasa tidak puas pada tindakan yang timbul pada saat histeria nasional yang dipimpin senator Joseph Raymond McCarthy (namun kemudian dinyatakan salah).

Ketika perang usai, Oppenheimer tetap aktif dalam bidang ini. Ia pun terpilih sebagai ketua Komisi Energi Atom Amerika Serikat. Sayang Oppenheimer tak mulus, ini berkaitan dengan sikapnya yang menentang pengembangan bom hydrogen kekuatannya lebih dahsyat dari bom atom. Oppenheimer dianggap berkhianat,ia pun di adili pada tahun 1953. Meski tidak terbukti bersalah, perlindungan keamanan dan kontraknya sebagai penasehat bagi Komisi Energi Atom tetap dicabut. Tak patah arang, Oppenheimer tetap berkarir dan bersemangat.

Dia melanjutkan karirnya sebagai pendidik pada “the academic post of director of the Institute of Advanced Study at Princeton University”. Puncaknya di tahun 1963, Presiden Lyndon B. Johnson menyerahkan penghargaan “Enrico Fermi Award” dari Komisi Energi Atom. Tiga tahun setelah menerima penghargaan itu, Julius Robert Oppenheimer harus pensiun karena terkena kanker tenggorokan. Tahun 1967 ia meninggal dalam usia 63 tahun. Melalui bom atom, Julius Robert Oppenheimer merubah sejarah dunia untuk selamanya.
 



  Referensi :

- http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/09/biografi-julius-robert-oppenheimer.html

Sabtu, 22 November 2014

Kisah Hidup Nobel

Sebuah damai di hati dari seorang penemu, ilmu alam, ahli kimia Swedia Alfred Nobel menemukan dinamit. Namun, penemuannya yang dia berpikir akan mengakhiri perang terlihat oleh banyak orang sebagai sebuah produk yang sangat mematikan. Pada 1888, ketika saudara Alfred Ludvig meninggal, sebuah surat kabar Perancis keliru memuat obituari untuk Alfred yang menyebutnya pedagang "kematian."
Dalam sejarah tidak ada yang ingin tertulis di batu nisan dengan kata-kata yang mengerikan itu, Nobel yang sangat terkejut akan pemberiataan di koran dan sanak saudaranya, menginspirasinya memberi penghargaan yang sekarang terkenal Hadiah Nobel. 

Alfred Nobel dilahirkan pada 21 Oktober 1833 di Stockholm, Pada 1842, saat Alfred berusia sembilan tahun, ibunya (Andrietta Ahlsell) dan saudaranya (Robert dan Ludvig) pindah ke St Petersburg, Rusia untuk bergabung dengan ayah Alfred (Immanuel), yang telah pindah ke sana lima tahun sebelumnya. Tahun berikutnya, adik Alfred, Emil, lahir.
Immanuel Nobel, arsitek, pengembang, dan investor membuka ‘machine shop’ di St.Petersburg, menjadi sangat sukses setelah kontrak kerja dengan pemerintah Rusia membangun senjata pertahanan.
Karena keberhasilan ayahnya, Alfred belajar di rumah sampai usia 16. Namun, banyak yang menganggap Alfred Nobel orang berpendidikan. Selain menjadi seorang kimiawan terlatih, Alfred adalah seorang pembaca setia sastra dan fasih berbahasa Inggris, Jerman, Perancis, Swedia, dan Rusia.
Alfred juga menghabiskan dua tahun perjalanan. Dia menghabiskan banyak waktu untuk bekerja di sebuah laboratorium di Paris, tetapi juga melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. Setelah kembali, Alfred bekerja di pabrik ayahnya. Dia bekerja di sana sampai ayahnya bangkrut pada tahun 1859.
Alfred segera mulai bereksperimen dengan nitrogliserin, menciptakan ledakan pertama di awal musim panas 1862. Hanya dalam satu tahun (Oktober 1863), Alfred menerima paten Swedia untuk detonator perkusi - suatu "Nobel ringan."
Setelah pindah kembali ke Swedia untuk membantu ayahnya dengan sebuah penemuan, Alfred mendirikan pabrik kecil di Helenborg dekat Stockholm untuk memproduksi nitrogliserin. Sayangnya, nitrogliserin merupakan bahan yang sangat sulit dan berbahaya untuk ditangani. Pada tahun 1864, pabrik Alfred meledak - membunuh beberapa orang, termasuk adik Alfred, Emil. ledakan itu tidak menghambat Alfred, dan hanya dalam waktu satu bulan, ia mengatur pabrik lain untuk memproduksi nitrogliserin.

Pada tahun 1867, Alfred menciptakan dinamit baru dan aman, ledakannya dapat dikendalikan.

Meskipun Alfred menjadi terkenal karena menemukan dinamit, banyak orang tidak tahu Alfred Nobel secara dekat. Dia adalah orang pendiam yang tidak suka menunjukkan ketenarannya. Temannya sangat sedikit dan tidak pernah menikah.
Meskipun ia mengakui kekuatan destruktif dinamit, Alfred percaya itu pertanda damai. Alfred menyampaikan Bertha von Suttner, pembela perdamaian dunia, pabrik saya dapat mengakhiri perang lebih cepat dari kongres Anda. * Suatu hari ketika dua pasukan tentara dapat memusnahkan satu sama lain dalam satu detik, diharapkan semuanya akan mundur dari perang dan menarik pasukan mereka. *
Sayangnya, Alfred tidak melihat perdamaian di masanya. Alfred Nobel, ahli kimia dan penemu dinamit, meninggal pada 10 Desember 1896 setelah menderita pendarahan otak.
Setelah Alfred Nobel dikremasi, keluarga membuka surat wasiatnya. Semua orang terkejut.

Wasiat
Alfred Nobel telah menulis beberapa wasiat selama hidupnya, tetapi yang terakhir tanggal 27 November 1895 - kurang dari satu tahun sebelum ia meninggal.
Akan diberikan hadiah Nobel senilai sekitar 94 persen dari kekayaannya untuk pembiayaan lima hadiah (fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian) kepada "orang-orang yang, telah memberikan manfaat besar kepada umat manusia." 

Referensi: http://worldofhistories.blogspot.com/2011/11/sejarah-nobel.html